Laboratorium Teknologi Tepat Guna

Ada indikasi bahwa penduduk (masyarakat) Indonesia mengalami penurunan atau bahkan kehilangan daya untuk membangun kreativitas dalam upaya untuk bisa bertahan di masa mendatang, Indikasi terjadinya ketidakberdayaan masyarakat dalam menghadapi perubahan dan permasalahan terakumulasi dan menimbulkan frustrasi sosial, terlihat dengan semakin luasnya keresahan sosial (sosial unrest), kerusuhan atau kekerasan (riot), serta terjadinya gejala disintegrasi sosial. Fakta juga memperlihatkan adanya krisis pada masyarakat yaitu bertambahnya penduduk miskin, terbelakang, terpencil, dan terpuruk. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya kelaparan, kekurangan gizi, yang bermuara pada kehilangan fungsi sosial masyarakat serta kehilangan potensi dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan serta pendidikan (Goeritno, Arief dkk, 2003).

Teknologi tepat guna merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat. Teknologi tersebut harus berpotensi memenuhi beberapa kriteria antara lain : (a) mengkonversi sumber daya alam, (b) menyerap tenaga kerja, (c) memacu industri rumah tangga, dan (d) meningkatkan pendapatan masyarakat. Teknologi tepat guna adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara mudah serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan hidup (Impres No. 3 Tahun 2001). Teknologi tepat guna bertujuan untuk menerapkan konsep-konsep manajemen modern ke dalam praktek (dunia nyata dan perilaku masyarakat) dalam upaya optimalisasi hasil produksi/ pendapatannya.

Sentuhan teknologi (dalam hal ini teknologi tepat guna) bisa diterapkan pada semua bagian dalam proses pertanian, misalnya : permodelan, SIG, rekomendasi, pengawasan, serta pengolahan tanah, pembibitan,  pemupukan, pengendalian gulma,  pengairan, pemberantasan hama dan penyakit, pemanenan, enanganan pasca panen,  pengolahan hasil menjadi produk baru.

Dalam rangka mewujudkan produk-produk pertanian yang tepat dan berguna, maka Program Studi Agroteknologi berencana membuka/membentuk Laboratorium Tepat Guna. Secara umum, Laboratorium Tepat Guna hampir sama dengan Laboratorium Inkubator Bisnis, yaitu sebagai tempat untuk menguji ulang produk yang dihasilkan mahasiswa dan dosen termasuk kelemahan dan kelebihan produk, kemudian menentukan harga jual. Selain itu, juga berfungsi sebagai tempat untuk memamerkan hasil-hasil produk penelitian sebelum diimplementasikan ke masyarakat.

Advertisements

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑